Karpet Bunga Terbesar di Dunia
User Rating: / 0
Written by Biro M3 Palu   
Monday, 14 July 2008

Tomohon Kalahkan Amsterdam

TOMOHON— Salut untuk Panitia Pelaksana Tomohon Flower Festival (TFF). Setelah mencetak rekor Muri rangkaian bunga mary gold terpanjang pada pelaksanaan Tournament Of Flower (TOF), Kamis (3/7) lalu, Minggu (6/7) kemarin giliran karpet bunga berukuran raksasa yang menyita perhatian banyak kalangan.

Bahkan karpet bunga yang didesain seperti logo TFF itu, tidak hanya masuk Muri, melainkan bisa Guinnes World Records. Sebab Panpel mengklaim, karpet bunga yang dipajang di lapangan sepak bola Rindam Kelurahan Kakaskasen III Kecamatan Tomohon Utara itu, adalah karpet bunga terbesar di Dunia.

Last Updated ( Monday, 14 July 2008 )
Read more...
 
Sulawesi Tengah Dalam Krisis Ekologi
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Monday, 10 December 2007

Saat ini Sulawesi Tengah dalam ancaman krisis ekologi yang cukup serius, Kepala  Badan Mitigasi Bencana Alam Universitas Tadulako, Drs Abdullah MT membeberkan sejumlah wilayah di Sulteng yang mengalami degradasi baik akibat proses alamiah maupun diakibatkan oleh aktifitas manusia. Senada dengan itu Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulteng juga membeberkan fakta-fakta kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan aktifitas investasi.

Abdullah yang juga Dekan Fakultas Matematika-Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Tadulako Palu, membagi kerusakan lingkungan hidup di Sulteng diakibatkan oleh dua hal, yakni yang terjadi sebagai proses alamiah dan karena ulah manusia.”kerusakan  lingkungan secara alamiah dapat diakibatkan oleh proses-proses geologi, perubahan cuaca, banjir dan lain-lain. Sedangkan kerusakan yang terjadi karena ulah manusia diantaranya karena pertambangan, pembukaan hutan, pembabatan mangrove dan lain-lain” ujarnya.

Read more...
 
Presiden Kagumi Susu Buatan Sinjai
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Wednesday, 01 August 2007

SINJAI, BKM - Kontingen Pekan Nasional Kelompok Tani dan Nelatan Andalan (Penas KTNA) XII, patut berbangga hati. Pasalnya, Kabupaten Sinjai adalah satu-satunya kabupaten di Sulsel yang mendapat kepercayaan panitia Penas mendirikan stand tersendiri dan tidak dalam satu stand dengan beberapa kabupaten yang bergabung dalam stand Provinsi Sulawesi Selatan. 
 

Dalam Penas kali ini, stand Kabupaten Sinjai menampilkan beberapa komoditi andalannya, seperti hasil pertanian, perikanan dan peternakan. Dari beberapa komoditi tersebut, komoditi andalan Susin (susu Sinjai) menjadi andalan dan mendapat perhatian banyak pengunjung. Bahkan, tidak tanggung-tangung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sempat mengunjungi stand Sinjai.

Read more...
 
Dewan Soroti Penambang Liar di Maros
User Rating: / 1
Written by Administrator   
Wednesday, 18 July 2007

MAROS,BKM--Munculnya keluhan warga dengan aktifitas penambangan galian C di wilayah Butta Salewangang Maros menjadi sorotan anggota dewan. H. Anwar, Jalil anggota komisi A DPRD Maros mensiyalir maraknya penambangan di Mandai dan Tanralili karena tidak efektifnya peranan Dishub dan Distambeng.
 

''Tidak adanya pengawasan dari sektor terkait mengakibatkan siapa saja seenaknya melakukan penambangan tanpa izin dari Distambeng. Akibatnya, warga sekitarnya yang menjadi korbannya.

Read more...
 
Krisis Air Ancam Tujuh Kecamatan
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Monday, 16 July 2007

MAKASSAR, BKM -- Memasuki musim kemarau, krisis air bersih masih tetap mengancam tujuh kecamatan di Kota Makassar. Dipastikan masyarakat di tujuh kecamatan ini harus rela membeli air bersih untuk keperluan memasak, mandi dan mencuci.
 

Tujuh kecamatan yang diperkirakan mengalami krisis air bersih adalah Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo dan Panakkukang. Dari tujuh kecamatan, Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea adalah yang paling parah.
Ancaman krisis air bersih di tujuh kecamatan ini diakui PDAM Kota Makassar. Kepala Humas PDAM, Jufri Sakka, Rabu (11/7) mengatakan, biasanya krisis air bersih di wilayah itu terjadi antara September hingga Oktober. Pada bulan tersebut produksi air di Lekopancing Maros turun hingga 70 persen. Namun, untuk saat ini, kata Jufri, suplai air bersih masih lancar di tujuh kecamatan.
"Pada bulan-bulan seperti itu terjadi puncak musim kemarau. Mesin sudah tidak bisa lagi mengalirkan air dari sumber air Lekopancing Maros ke wilayah timur dan utara kota sehingga masyarakat, utamanya pelanggan PDAM tidak bisa lagi menikmati air bersih," kata Jufri.

Read more...
 
Abrasi Ancam Warga Kalama
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Sunday, 17 June 2007

TAHUNA-Ancaman abrasi di pulau Kalama Kecamatan Tatoarang Kabupaten Sangihe terus mengundang keresahan warga. Menurut Kapitalauang Kalama Malunusa Tahulending, pengikisan pinggiran pantai oleh hantaman ombak yang terjadi beberapa tahun terakhir ini capaiannya sudah mencapi 25 meter. “Situasinya sudah sangat memprihatinkan. Paling parah terjadi di Lendangan I dan II,” ujar Tahulending.
Bahkan orang nomor satu di pulau penghasil sarang burung walet terbesar di Sangihe ini mengungkapkan imbas dari kejadian tersebut kini mulai mengundang kecemasan dan keresahan warga yang bermukim di pinggiran pantai. “Sudah 2 rumah yang dipindahkan dari lokasi semula yang ada dipinggiran pantai, akibat abrasi,” ujar Tahulending. Berangkat dari hal itu kata Tahulending pihaknya meminta Pemkab maupun Pemprov Sulut mengambil langkah pencegahan terhadap persoalan yang dikeluhkan warga saat ini.

Read more...
 
Pesona Pantai Ranowangko II Kecamatan Kombi Dihuni Tarsius, Koleksi Penyu Langka
User Rating: / 1
Written by Administrator   
Sunday, 17 June 2007

Lokasinya mungkin belum setenar pantai Bentenan, Pantai Manggatasik, atau Pantai Lakban. Akan tetapi, Pantai Ranowangko Kecamatan Kombi ternyata menyimpan sejumlah keindahan serta mengoleksi satwa langka seperti penyu hijau dan tarsius.
MASYARAKAT Sulut bahkan dunia mungkin hanya mengenal Tarsius sebagai binatang langkah yang hanya hidup di Hutan Tangkoko, Bitung. Tapi, tahukah anda bahwa pantai Ranowangko, ternyata “menyimpan” salah satu binatang kecil yang sangat langkah yakni, Tarsius.
Uniknya lagi, binatang jenis primata kecil dan bermata besar ini terlihat aktif di siang hari. Asal tahu saja, binatang yang hanya makan serangga kecil dikenal sebagai binatang malam atau nokturnal, karena aktif di malam hari. “Torang juga heran, karena dorang dapa lia siang-siang bagini. Yang torang tahu, dorang cuma kelihatan malam hari,” tukas Loudy Langi, warga Ranowangko.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Results 1 - 17 of 111
         
 
Informasi & Data
Top 10 Issue Lingkungan
Web Login





Lost Password?
Online Forum
News in Your Mail..

Silahkan Daftar Alamat email anda, untuk mendapatkan News on Mail Lestari yang akan dikirimkan ke alamat email yang anda telah daftarkan klik disini : http://www.lestari-m3.org/Factsheet

 

Public Polling
Apakah PRIVATISASI AIR telah meningkatkan pelayanan bagi masyarakat ?
 
 
Informasi Terkini
Sulsel Penghasil Rumput Laut Kedua Terbesar Dunia
Makassar, Tribun -- Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat sebagai penghasil rumpul laut terbesar kedua di dunia dengan potensi lahan 250 ribu hektar di pinggir laut dan 98 ribu hektar areal budiya.
Dari areal itu, Sulsel menghasilkan sekitar 25 ribu ton per tahun. Penghasil rumpul laut terbesar dunia adalah Chile dengan produksi sekitar 50 ribu ton per tahun.
 
Lestari Mail Login
Username

Password
Lestari Menu
Home
Yayasan Lestari
Mitra Lestari
Contact Us
Search
Donate for Lestari
Guest Book Lestari
Issue Lingkungan
Agenda Kegiatan
Download Data
Administrator
Archive
Lestari Online Contact
Syndicate
DigitalClock
 
Agus Tyono Amas Noer, SE